KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam rangka monitoring dan evaluasi audit kasus stunting tahun 2024, berbagai pihak menyambangi Kantor Desa Tajepan, Kecamatan Kapuas Murung. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai upaya pencegahan dan intervensi stunting secara konvergensi.

Acara dibuka oleh Ina Suratie selaku Technical Assistant Tim Penanganan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kapuas. 

Camat Kapuas Murung, Bapak Akhmad Kurnadi menyampaikan sambutan terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting.

"Diharapkan, melalui upaya ini angka stunting di Kabupaten Kapuas dapat terus menurun, menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," katanya, Jumat, 13 Desember 2024.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Dinkes Kapuas, Jum’atil Fajar memberikan penyuluhan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, serta ibu dengan anak yang berisiko stunting. 

Ia menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif dan mengampanyekan bahaya rokok terhadap kesehatan keluarga.

Selain itu, edukasi juga disampaikan oleh Erniwaty selaku dokter dari DP3APPKB Kabupaten Kapuas yang menjelaskan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) sebagai langkah jangka panjang dalam mencegah stunting.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara instansi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mengatasi stunting. Desa Tajepan menjadi contoh nyata bagaimana edukasi dan intervensi lapangan dilakukan secara menyeluruh. (DODI/j)