KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kafilah Kabupaten Kapuas berhasil meraih dua medali emas dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-32 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. 

Prestasi ini menjadi bukti potensi generasi muda Kapuas dalam seni membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kapuas, H. Suwarno Muriyat, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. 

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para peserta, pelatih, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kapuas dan masyarakat. 

“Dua medali emas ini merupakan kebanggaan kita semua. Para juara ini nantinya akan mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” ujarnya, Sabtu, 14 Desember 2024.

Medali emas pertama diraih oleh Nur Aziza di cabang Tahfidz 10 Juz Puteri. Sementara itu, medali emas kedua dipersembahkan oleh tim Syarhil Qur’an Puteri yang terdiri dari Ayu Marsya, Nor Alfisah, dan Zahratunnisa.

Selain dua medali emas, Kafilah Kapuas juga berhasil membawa pulang tiga medali perak. Prestasi tersebut diraih oleh Muhammad Kamaludin Abdi pada cabang Tilawah Remaja Putera, Nurul Ulya pada cabang Khat Kontemporer Puteri, dan M. Fauzan Ahsan di cabang Tafsir Qur’an Bahasa Indonesia Putera.

Tidak hanya itu, Kapuas juga mencatatkan dua medali perunggu melalui M. Taslim di cabang Tahfidz 5 Juz Putera dan Yusuf Abdurrahman di cabang Tahfidz 20 Juz Putera.

Sementara itu, beberapa peserta lainnya turut meraih juara harapan. Pada kategori juara harapan dua, diraih oleh Nabila, Norsofwati, dan Asiyah di cabang Fahmil Qur’an Puteri, Muhibbah Alkhairati di cabang Qira’at Murattal Dewasa Puteri, serta Noor Syifa Amaliah Azizah di cabang Karya Tulis Ilmiah Qur’an Puteri. 

Adapun juara harapan tiga diraih oleh M. Bahtiar pada cabang Tartil Putera dan Muhammad Irsyad di cabang Tahfidz 10 Juz Putera.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan di bidang keagamaan, khususnya dalam penguasaan Al-Qur’an dan Hadits.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan Kapuas, tetapi juga menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus mengembangkan diri dalam bidang keagamaan,” pungkasnya. (DODI/H)