PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lesunya persepakbolaan di Provinsi Kalteng saat ini menjadi sorotan oleh berbagai pihak.

Menurut pelatih dan pengamat sepak bola asal Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Yusro Arodi, kondisi tersebut dipicu berbagai apsek.

Terlebih klub sepakbola kebanggaan Bumi Tambun Bungai, Kalteng Putra turun kasta ke Liga Nusantara (Liga 3) dan tidak mengikuti kompetisi tersebut, klub ini otomatis terdegradasi ke Liga 4.

Kepada Borneonews, Sabtu, 14 Desember 2024  lesunya dunia persepakbolaan di Kalteng, tentunya berdampak serius pada pembinaan pemain muda. 

"Sepakbola kita saat ini kurang greget, sehingga semua pihak bertanya-tanya akan dibawa ke mana masa depan sepakbola di daerah ini," ujar Yusro Arodi.

Yusro Arodi menilai peran kepengurusan di Asosiasi Provinsi (Asprov) maupun Asosiasi Kabupaten (Askab), tidak maksimal dalam membangun ekosistem sepakbola yang berkelanjutan.

"Kami dan penggiat sepakbola lainnya menganggap kepengurusan saat ini gagal menjalankan tugasnya," ujar  Yusro Arodi.

Yusro Arodi mengatakan, guan merevitalisasi persepakbolaan di Provinsi Kalteng, tentunya memerlukan pemimpin serta pengurus yang memiliki pemahaman mendalam tentang kultur sepakbola lokal. 

"Ini penting untuk menciptakan program pembinaan yang tepat sasaran dan mengembalikan gairah kompetisi di tingkat regional. Kemudian, kurangnya pembinaan ini juga berdampak pada minimnya prestasi bberbagai klub dari Kalteng di kancah nasional," jelas Yusro Arodi.

Terlebih, lanjut Yusro Arodi, kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya dukungan infrastruktur dan pembinaan usia dini yang berkesinambungan.

Yusro Arodi berharap dan mengajak pemerintah daerah, pelaku sepakbola, dan masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan kembali semangat sepak bola.

"Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pengurus sepakbola di semua tingkatan. Artinya dengan  kepemimpinan yang baru nanti, siapa pun yang menjadi kepala daerah di Provinsi Kalteng harus menjadikan pembenahan sepakbola sebagai salah satu prioritas," jelas Yusro Arodi. ( WAHYU KRIDA/H)