PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Sulawesi Tenggara menggelar seminar internasional bertajuk "The Role of Academics in Dealing with The Triple Planetary Crisis" serta penandatanganan Memorandum of Understanding atau MoU dan Memorandum of Agreement atau MoA pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, Prof Andi Bahrun, yang menyampaikan pentingnya peran akademisi dalam menghadapi krisis planetari yang meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.

Sementara dalam pengantarnya, Direktur Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara, Dr LM Bariun, menekankan bahwa seminar ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam mencari solusi atas tantangan global tersebut.

"Kami berharap melalui seminar ini, para akademisi dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk menghadapi krisis planetari yang semakin mendesak," ujar Dr Bariun.

Seminar ini menghadirkan empat narasumber utama yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing dengan dipandu oleh Kaprodi Magister Hukum Unsultra, Dr Hijriani. Para narasumber yakni Assoc Prof Seca Gandaseca dari Universiti Teknologi MARA atau UiTM, Assoc Prof Hamdan Said dari Universiti Teknologi Malaysia, Prof Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara, dan Dr Andi Makkawaru dari Universitas Sulawesi Tenggara.

Selain seminar, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan MoU dan MoA antara Universitas Sulawesi Tenggara dengan beberapa institusi internasional dan Universitas Sumatera Utara. Penandatanganan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak," ujar Prof Andi Bahrun.

Dengan adanya seminar internasional dan penandatanganan MoU serta MoA ini, Universitas Sulawesi Tenggara menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada solusi atas krisis planetari.

"Kami akan terus berupaya untuk menjalin kerja sama yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat," tutup Prof Andi Bahrun. (TESTI PRISCILLA/H)