PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS , Pangkalan Bun - Beberapa waktu ini khususnya saat akhir pekan, antrean panjang untuk mengiai bahan bakal jenis pertalite kerap terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) serta beberapa SPBU lainnya.

Seperti pantauan di beberapa SPBU di dalam kota Pangkalan Bun sejak Kamis, Jumat dan Sabtu, 14 Desember 2024.

Beberapa pengendara yang mengantre BBM di lokasi tersebut mengatakan, hal ini memang sudah sering terjadi belakangan ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar, Amir Hadi mengimbau masyarakat untuk tetap tertib selama mengantri dan mematuhi aturan lalu lintas di sekitar area SPBU.

" Kami juga menurunkan beberapa personel Dishub untuk membantu mengatur kelancaran lalu lintas. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan serta potensi kemacetan di kawasan tersebut," jelas Amir Hadi.

Salah seorang ataf SPBU ini saat dibincangi, menjelaskan bahwa pasokan Pertalite masih mencukupi, namun lonjakan pengguna menjadi tantangan tersendiri.

"Kami tetap berusaha melayani dengan maksimal agar semua pelanggan terlayani.  SPBU yang ada di Pangkalan Bun juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar dan kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan baik," jelas staf tersebut.

Busro salah seorang pengendara yang mengantre BBM mengatakan lantaran panjangnya antrean pertalite, agar mempersingkat waktu ia mengisi BBM jenis pertamax untuk kendaraannya.

"Memang harga pertalite lebih murah dibandingkan pertamax. Tetapi dari pada kelamaan menunggu, lebih baik saya membeli pertamax. Entahlah, kondisi ini seringkali terjadi belakangan ini, terutama di akhir pekan. Padahal bila dilihat jumlah penduduk Pangkalan Bun tidak terlalu padat seperti di Palangka Raya atau Sampit," jelas Busro. (WAHYU KRIDA/H)