PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berbeda dengan Nilai Tukar Nelayan atau NTN yang mengalami kenaikan, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan atau NTPi di Kalimantan Tengah pada November 2024 justru mengalami penurunan sebesar 0,39 persen.

"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima pembudidaya ikan atau It sebesar 0,20 persen, sementara indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan atau Ib justru mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen," kata Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Penurunan It didominasi oleh penurunan indeks pada salah satu kelompok produksinya, yakni kelompok budidaya air payau yakni bandeng sebesar 1,39 persen.

"Penurunan harga bandeng ini menunjukkan adanya penurunan permintaan atau kualitas hasil budidaya yang kurang optimal," ujar Agnes.

Sementara itu, kelompok budidaya air tawar seperti patin dan mas/karper mengalami kenaikan harga sebesar 0,61 persen.

Kenaikan Ib sebesar 0,20 persen lebih didorong oleh kenaikan pada indeks kelompok KRT atau Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,35 persen.

"Kenaikan biaya hidup dan kebutuhan rumah tangga yang harus ditanggung oleh pembudidaya ikan turut mempengaruhi kenaikan Ib," tambah Agnes.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya pemantauan dan pengendalian harga komoditas perikanan budidaya untuk menjaga stabilitas ekonomi pembudidaya ikan.

"Kami terus berupaya untuk memantau dan mengendalikan harga komoditas perikanan budidaya agar pembudidaya ikan dapat tetap sejahtera," jelasnya.

Dengan adanya penurunan NTPi, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mendukung pembudidaya ikan dalam menghadapi tantangan ini.

"Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban pembudidaya ikan serta meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Agnes.

Secara keseluruhan, penurunan NTPi pada November 2024 menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi oleh pembudidaya ikan di Kalimantan Tengah.

"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, pembudidaya ikan, dan pihak terkait, sektor perikanan budidaya di Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," tutur Agnes.(TESTI PRISCILLA/R)