BORNEONEWS, Sampit - Gunungan sampah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), semakin mengancam.
Setiap harinya sekitar 8 ton sampah masuk ke lokasi pembuangan sampah seluas 12,5 hektare. Kondisi ini membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hampir overcapacity dan mengancam lingkungan.
Perwakilan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, JF Pengawas Lingkungan Hidup Yusuf Nuril mengungkapkan bahwa keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi salah satu kendala utama.
"Armada yang kita pakai sekarang adalah bawaan dari dinas sebelumnya, jadi usianya sudah cukup tua. Akibatnya, armada kita sering terhambat dan sampah tidak terangkut sehingga menumpuk di depo sampah" jelasnya, Sabtu, 14 Desember 2024.
DLH Kotim memiliki 69 unit armada, namun sebagian besar armada pengangkut sampah itu usianya tua.
Dampaknya, sampah yang terlambat diangkut angkan menumpuk. Karena saat ini produksi sampah rumah tangga cukup tinggi setiap harinya. Itu dapat dilihat dari jumlah sampah yang masuk di TPA sekitar 8 ton per hari.
Yusuf berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap DLH Kotim dalam menangani masalah pengelolaan sampah ini. Sehingga penanganan sampah khususnya di kota dapat berjalan baik.
"Mudah-mudahan ke depan kita bisa mendapatkan armada baru yang lebih memadai agar pengelolaan sampah di Kotim bisa lebih optimal," harapnya. (DEVIANA/R)









