SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dokter di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di wilayah tersebut lebih bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim nantinya. 

"Kita tahu sekarang organisasi profesi itu semua dijadikan satu oleh Kemenkes sehingga harus sejalur dengan Kemenkes," kata dr. Muhamad Taufiqurrahman. Sp.P RSUD dr. Murjani Sampit, Minggu, 15 Desember 2024.

Itu ia ungkapkan saat kegiatan Musyawarah Cabang IDI 2024 Kotim. Dirinya yang ditunjuk sebagai ketua kegiatan Muscab itu menjelaskan, sinergi yang baik antara pemerintah dan organisasi IDI akan mempermudah anggota IDI menjalankan program yang sejalur dengan Kemenkes, salah satunya terkait Surat Keterangan Kecukupan (SKP). 

"Kami sekarang jadi satu, yaitu Satu Sehat. Kami membuat seminar segala macam serta pengabdian masyarakat, dan itu semua ada poinnya," ujarnya. 

Ia berharap, IDI untuk kegiatan pengabdian masyarakat ke depannya seperti pelayanan spesialis daerah terpencil lebih banyak nantinya. Karena itu bisa menguntungkan anggota IDI sendiri. 

"Karena itu ada hitungannya, jadi kita dapat dua-duanya, satu pengabdian dan satunya  poin SKP demi profesi kami juga. Dan poin SKP itu untuk keperluan surat izin praktek kami," terangnya. 

Sementara terkait Musyawarah Cabang IDI 2024 Kotim, telah terdaftar atau yang hadir sebanyak 120 anggota dari 181 anggota. Diungkapkan jumlah tersebut melebihi kuota muscab, bahkan ada satu orang perwakilan IDI Kalteng. 

"Jadi forum sudah melebihi disini. Untuk kandidat ada tiga orang satu diantaranya petahana yaitu dr. Anggun Iman Hernawan, " ungkapnya. (DEVIANA/j)