BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Murung Raya (Mura), Ferdinan Wijaya mengatakan untuk sekarang dalam menyediakan pembibitan tanaman perkebunan Kabupaten Mara cenderung bergantung dari daerah lain. Karena penyedia bibit yang ada di daerah ini masih berkualitas rendah, alias belum bersertifikat.
"Hal ini dikarenakan perkebunan dari Kabupaten Mura dari sisi pembibitan belum bersertifikat, makanya sangkat bergantung dari daerah lain yang memang sudah teruji," ungkap Ferdinand saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Dicontohkan Ferdinand seperti dalam mendatangkan bibit karet pihaknya melalui rekanan mendatangkan dari Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Selatan . Baru-baru ini juga didatangkan bibit kelapa dari Kabupaten Kotawaringin Timum (Kotim).
Ferdinand juga mengaku menyadari masih belum diakuinya bibit dari Kabupaten Mura melalui adanya sertifikat tersebut tentu saja berdampak dengan kinerja para petani sendiri dan masih lemahnya sistem perkebunan di Mura sendiri.
"Tentu juga kita tidak menginginkan hal ini terus berlanjut. Makanya itu sudah ada komunikasi dengan ahli perkebunan dari Kabupaten Jember untuk memajukan perkebunan di Kabupaten Mura," tambah Ferdinand.
Dijelaskan Ferdinand pula bila pembibitan dari Kabupaten Mura dipaksakan tentu saja akan merugikan para petani, seperti berdampak pada hasil panen kedepan.
"Disamping tanaman karet, kita juga berencana dalam pembibitan tanaman kopi. Untuk membuat hasil rencana tersebut maksimal tentu saja membutuhkan bantuan para ahli dan setelah itu secara berlahan akan membuat tanaman kita bisa diakui oleh daerah lain," jelasnya lagi. (SUPRI ADI/*).








