BORNEONEWS, Kasongan - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Katingan yang rencananya digelar, Jumat (16/9/2016) menemui ganjalan. Sekelompok warga yang mengaku sebagai kader Golkar menolak pelaksanaan Musda itu. Mereka menduduki Kantor DPD Golkar Katingan, di Jalan Tjilik Riwut Km1,5 Kasongan, Rabu (14/9/2016).


Bahkan warga yang mengaku sebagai kader Golkar tersebut memasang tiga spanduk dengan sejumlah tulisan yang intinya menolak musda. Misalnya spanduk yang dipasang di dinding atas bagian depan Kantor DPD Partai Golkar bertuliskan 'Kader Golkar Kabupaten Katingan menolak Partai Golkar Katingan menjadi sarang korupsi, kolusi dan nepotosme'.


Kemudian di halaman depan kantor sebelah kiri spanduk bertuliskan 'Kader Partai Golkar Kabupaten Katingan menolak calon ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Katingan dari mantan narapidana kasus korupsi'. 


Dan spanduk lainnya yang bertuliskan 'Kader Partai Golkar Kabupaten Katingan menolak Musda Partai Golkar Kabupaten Katingan yang diselenggarakan oleh PLT DPD Partai Golkar yang penuh KKN dan kader siluman'.


Karena hal itulah sejumlah anggota polisi baik dari Polsek Katingan Hilir maupun dari Polres Katingan tampak berjaga di kantor tersebut.


Juru bicara sekelompok warga yang mengatasnamakan sebagai kader Golkar Katingan, Dedy Faisal mengatakan jika dirinya adalah murni sebagai kader Partai Golkar itu.


Namun anehnya pihaknya tidak mengetahui rencana acara Musda DPD Partai Golkar Katingan itu.


"Kita tidak tahu kalau rencananya ada musda ini, karena sembunyi-sembunyi. Kayaknya musda abal-abal tidak sesuai AD/ART Partai Golkar," sebut Dedy Faisal. 


Oleh karena itu ia dan beberapa kader Golkar Kabupaten Katingan lainnya menentang pelaksanaan musda tersebut.


Seharusnya musda ini bisa diumumkan kepada para kader di semua tingkatan. Dan semua kader yang ingin mencalonkan dirinya maju pada musda ini sepanjang memenuhi syarat bisa direkomendasi.


Diantaranya tidak terlibat KKN, tidak tercela dan lain sebagainya. Sehingga siapapun kader yang duduk sebagai ketua nantinya adalah kader bersih dan berwibawa.


"Saya sendiri terus terang pernah masuk (ditahan) mikir juga mau maju walau ancamannya dibawah 5 tahun kemarin. Tapi ini aneh bin ajaib juga bahwa Pelaksana Harian PLT Ketua DPD Golkar Katingan ini adalah Direktur di PT KJM. Dan ketua panitia musda adalah Direktur PDAM, ini apasih apa daerah ini menggaji partai," tanya Dedy Faisal.


Sabit L Nganen kader Golkar lainnya menambahkan jika mereka menegaskan menolak Musda DPD Parai Golkar Katingan yang bakal dilaksanakan Jumat (16/9) lusa.


"Kita ingon kader yang bersih, khususnya untuk posisi ketua nantinya. Dan pengurus harus sesuai AD/ART partai. Saya pribadi tidak ada berkepentingan siapa yang menjadi ketua nantinya, tapi saya ingin yang jadi ketua adalah orang-onrang yang bersih. Kita ingon palaksanaan musada Golkar diisi kader yang bersih," imbuh Sabit L Nganen. (ABDUL GOFUR/N).