BORNEONEWS, Sukamara – Mengantisipasi penyebaran penyakit Anthrax dan Jembrana pada hewan ternak warga, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sukamara terus memantau kesehatan hewan ternak terutama jenis sapi dan kambing secara teratur. Pemeriksaan kesehatan hewan ternak warga, setiap bulan dilakukan oleh tenaga penyuluh kesehatan hewan ternak Distanak Sukamara.

“Hasil dari pemeriksaan rutin tersebut hingga saat ini kita belum menemukan hewan ternak warga terserang Anthrax dan Jembrana,” kata Kabid Peternakan Distanak Sukamara, Maruli, Rabu (14/9/2016).

Menurut Maruli dengan adanya pemantaun secara rutin oleh tenaga kesehatan oleh petugas penyuluh kesehatan tersebut cukup membantu, apabila ada hewan ternak warga yang terserang penyakit maka pihak dinas bisa dengan cepat mengetahuinya sehingga proses penyembuhan dapat segera dilakukan, sebelum terjadinya penyebaran penyakit kehewan ternak lainnya.

“Pemantauan dilakukan dengan sistem keliling, dan apabila ada masalah maka petugas akan langsung memberikan laporan kepada dinas” ucapnya.

Dirinya menjelaskan apabila hewan ternak telah terserang penyakit maka akan menimbulkan beberapa gejala yang bisa dilihat oleh pemilik ternak seperti sapi mengeluarkan ingus atau cairan dari hidung, mata berair dan ludah yang berlebihan.

Dikatakannya pula jika sapi tersebut sudah terlanjur parah maka hingus yang dikeluarkan oleh sapi tersebut semakin kental dan keringat darah akan keluar disekitar panggul, tungkai, perut dan alat kelamin jantan.

“Jika terserang penyakit jembrana sapi akan mengalami kesulitan bergerak karena kotoran sapi menjadi padat, selain itu daging sapi yang terkena penyakit jembrana pada sapi jenis Bali ini akan terlihat bintik berwarna merah pada serat daging dan kulit sapi” terang Kabid Peternakan.

Ditambahkannya pula bahwa untuk penyakit Antrax biasanya hanya menyerang sapi jenis bali saja, sedangkan untuk Jembrana bisa menyerang semua jenis sapi.

“Untuk kedua jenis penyakit ini penyakit Antrak karena bisa menular pada manusia, itu sebabnya kita terus lakukan pemeriksaan kesehatan hewan” ujar Maruli. (NORHASANAH/N).