BORNEONEWS, Palangka Raya – Tiga mahasiswa di Kalimantan Tengah berseteru di media sosial hingga berujung pembinaan dari pihak kepolisian. Perseteruan bermula dari unggahan video TikTok milik KU (19) yang berdandan seperti perempuan.
Video tersebut menarik perhatian BU (20), mahasiswi di kampus yang sama, yang memberikan komentar positif. Namun, komentar BU memicu reaksi negatif dari M (19), teman BU, yang kemudian ikut berkomentar dan mempermalukan KU di media sosial.
"Merasa tidak terima, KU membalas dengan mengunggah foto M di akun TikTok-nya disertai kata-kata bernada kebencian. Perseteruan berlanjut ke WhatsApp, dengan keduanya saling melecehkan dan menghina," ucap Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng Ipda Shamsuddin, Selasa, 17 Desember 2024.
Melihat situasi yang semakin memanas, Ipda Shamsuddin atau akrab di sapa Cak Sam turun tangan. Ia menghubungi KU, BU, dan M untuk dikonfirmasi dan diberikan pembinaan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Setelah dilakukan mediasi, ketiganya menyadari kesalahan dan saling meminta maaf. KU juga menghapus akun TikTok-nya yang menampilkan dirinya berdandan sebagai perempuan untuk menghindari kesalahpahaman dan potensi penipuan.
--page
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang bijak menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab dapat memicu konflik dan merugikan semua pihak.
"Polda Kalteng mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial," pungkasnya. (PATHUR/Y)









