PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Palangka Raya mencatat angka kebakaran yang cukup tinggi sepanjang tahun 2024. 

Sebanyak 75 kasus kebakaran terjadi dari Januari hingga Desember, mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Gloriana Aden, mengungkapkan keprihatinannya atas data tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi pada rumah berpenghuni, tetapi juga menyasar bangunan kosong dan kos-kosan yang tidak berpenghuni. 

Gloriana menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap bangunan kosong untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Ia menyarankan penguatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sebagai salah satu upaya efektif. 

"Kebakaran pada bangunan kosong seringkali disebabkan oleh tindakan sengaja. Itu yang jadi perhatian sepanjang tahun ini," katanya, Selasa, 17 Desember 2024.

Sementara itu, untuk bangunan berpenghuni, penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik, kebocoran tabung gas, dan kelalaian penghuni. 

Oleh karena itu, Gloriana mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, kondisi kabel, selang tabung gas, dan peralatan rumah tangga lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Sebagai langkah antisipasi pihaknya terus meningkatkan kesiagaan dengan mengoperasikan layanan darurat Call Center 112. Layanan ini siap merespons cepat setiap laporan kebakaran yang masuk. (HENDRI/H)