BORNEONEWS, Pulang Pisau - Penurunan Stunting menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau, selaras dengan program pemerintah pusat, kasus stunting pada 2024 diharapkan turun 14 persen.
Kepala Dinas DP3APPKB Kabupaten Pulang Pisau Ma'ruf Kurkhi menyampaikan, Diseminasi audit kasus stunting ini, merupakan salah satu strategi yang dilakukan untuk menemukan akar dari penyebab stunting. Sehingga perlu dilakukan pencegahan stunting dengan sebaik mungkin, tepat sasaran dan tidak terjadi lagi kenaikan kasus.
"Ada 3 syarat untuk melihat penurunan stunting, yang tidak ada penurunan dan perubahan kasus, sasaran dalam intervensi kasus stunting diambil dari 3 kasus, yang pertama dilihat dari kasus yang berulang dengan sasaran Balita, batita, ibu hamil, ibu melahirkan dan calon pengantin," kata Ma'ruf, Selasa 17 Desember 2024.
Selain intervensi kepada sasaran balita dan yang lainnya, lanjut Ma'ruf dilihat juga dari Lokus stunting yang paling tinggi, dan yang ketiga diambil dari prepared-nya tinggi.
Dari diseminasi audit kasus stunting ini, jelas Ma'ruf akan melihat akar masalah, kenapa terjadi kasus stunting yang berulang, kemudian membangun strategi untuk penanganan dan penekanan kasus stunting, dari rekomendasi yang dihasilkan melalui Diseminasi audit kasus stunting di kabupaten Pulang Pisau, kemudian akan dibuat rencana tidak lanjut dan rencana kerjanya.
Ma'ruf mengatakan, salah satu penyebab dari berulangnya kasus stunting, kedepan akan ada program terkait literasi stunting sebagai pembelajaran dan edukasi ibu hamil. (RETHA/H)









