SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Layanan di RSUD dr Murjani Sampit kembali menuai kritik. Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol, menegaskan perlunya perbaikan serius dalam manajemen pelayanan rumah sakit.

Ia menyampaikan kritik ini setelah kembali menerima aduan dari masyarakat terkait buruknya pelayanan yang diberikan.

"Pada setiap kesempatan, sudah kami sampaikan kepada pejabat rumah sakit, baik langsung kepada direktur maupun staf di bawahnya, agar segera melakukan pembenahan. Masalah pelayanan ini sangat krusial dan harus menjadi prioritas utama," kata Gaol, Selasa, 17 Desember 2024.

Keluhan masyarakat menunjukkan kualitas layanan di RSUD dr Murjani belum memadai. Gaol menyoroti perlunya perubahan dalam berbagai aspek, mulai dari komunikasi, sistem antrean, hingga suasana di rumah sakit. Salah satu solusi yang ia usulkan adalah penerapan prinsip 3S, yaitu sapa, senyum, dan salam, untuk menciptakan suasana yang lebih ramah dan profesional.

"Hal kecil seperti menghindari jawaban 'tidak tahu' saat melayani masyarakat sangat penting. Sebab, masyarakat yang bertanya justru lebih tidak tahu situasi di rumah sakit. Ini menjadi tugas manajemen rumah sakit untuk memberikan informasi yang jelas," tambahnya.

Selain itu, Gaol juga menekankan perlunya perbaikan sistem antrean untuk mengurangi waktu tunggu pasien. "Jangan membuat masyarakat menunggu berjam-jam. Penumpukan orang di ruang tunggu hanya akan menambah stres bagi pengunjung, terlebih bagi pasien. Pimpinan rumah sakit harus memiliki strategi yang tepat untuk mengatasi masalah ini," ujarnya.

Gaol berharap adanya perubahan nyata dalam pelayanan RSUD dr Murjani dari hari ke hari. Ia mengingatkan, jika ada pihak yang tidak mampu menghadapi tekanan dalam memberikan pelayanan maksimal, lebih baik menyerahkan tugasnya kepada yang lebih kompeten.

"Ini tugas berat, tapi demi pelayanan yang lebih baik, rumah sakit harus betul-betul berbenah," pungkasnya.

Keluhan masyarakat terkait layanan rumah sakit ini bukan pertama kali terjadi. Bahkan pada bulan Oktober lalu, keluhan masyarakat sempat viral hingga menimbulkan reaksi DPRD Kotim dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan manajemen rumah sakit. Namun selang 2 bulan, seolah tak berbenah justru RSUD dr Murjani Sampit kembali dikeluhkan masyarakat. 

Aduan masyarakat seringkali mencuat, mulai dari lambannya pelayanan, minimnya komunikasi, hingga kurang ramahnya petugas. DPRD Kotim menilai, pembenahan yang dilakukan selama ini belum signifikan dan meminta komitmen penuh dari manajemen rumah sakit.

Langkah perbaikan seperti yang disampaikan Gaol diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kotim. Warga berharap, RSUD dr Murjani bisa segera bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (DEWI PATMALASARI/H)