KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Penjabat Sekda Seruyan, dr. Bahrun Abbas membuka kegiatan Pemantapan Penyelenggaraan Perizinan dan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta Implementasi Sistem Intervensi Manfaat dan Satu Data Usaha Mikro Kecil (Simandau) secara kolaboratif.

Simandau adalah inovasi berbasis sistem kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sistem ini untuk menciptakan satu data UMKM, satu forum UMKM, dan aksi kolaboratif yang terintegrasi untuk memberikan intervensi manfaat langsung kepada pelaku usaha di Seruyan.

Dalam sambutannya, Bahrun Abbas mengapresiasi positif kehadiran Simandau sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM.

“Saya berharap Simandau dapat menjadi sarana sinergi dan integrasi rencana aksi yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas dan mutu produk UMKM di Seruyan,” ujarnya, Selasa, 17 Desember 2024.

Ia juga menambahkan kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara perangkat daerah, memperbaiki iklim investasi, dan mendukung realisasi target investasi di Kabupaten Seruyan.

“Melalui kegiatan ini kita dapat mencapai tujuan besar, yaitu menciptakan iklim investasi yang baik, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan pada akhirnya memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Simandau diharapkan menjadi solusi efektif untuk meningkatkan daya saing produk UMKM lokal sekaligus mendukung percepatan ekonomi daerah melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi. (FAHRUL/R)