SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Stasiun Meteorologi BMKG H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim) Mulyono Leo Nardo, memberikan peringatan terkait potensi gelombang tinggi di Laut Jawa yang dapat memengaruhi rantai pasok logistik ke daerah tersebut. Dalam prediksi cuaca terbaru, gelombang di Laut Jawa diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,50 meter pada 18–22 Desember 2024.

“Kondisi ini cukup membahayakan, terutama bagi kapal feri yang biasanya membawa stok makanan dari Pulau Jawa,” kata Mulyono, Rabu, 18 Desember 2024

Lebih lanjut, ia menjelaskan potensi gelombang tinggi di Laut Jawa diprediksi semakin meningkat pada 20–25 Desember 2024, dengan ketinggian gelombang lebih dari 2,5 meter. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh stakeholder yang berkaitan langsung dengan rantai pasok, seperti pengusaha logistik, pelabuhan, dan pemerintah daerah.

“Gelombang tinggi ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pelayaran, tetapi juga bisa mengganggu pasokan logistik, khususnya makanan ke Kotim yang masih bergantung pada Laut Jawa,” ujarnya.

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprediksi cuaca di wilayah Kotim saat Natal dan Tahun Baru akan cenderung didominasi oleh hujan. Daerah pesisir, khususnya Teluk Sampit, diperkirakan menghadapi gelombang tinggi antara 1 hingga 2,5 meter pada 20–25 Desember 2024.

--page

“Saya peringatkan masyarakat, terutama nelayan dan operator kapal, untuk berhati-hati jika melaut pada tanggal tersebut. Cuaca buruk dapat memengaruhi aktivitas di perairan,” tambah Mulyono.

BMKG meminta para stakeholder dan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Koordinasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan pasokan logistik tetap lancar meskipun terjadi kendala cuaca.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami terus memberikan update cuaca melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)