BORNEONEWS, Gunung Mas - Beberapa kader Partai Golkar, yang juga mantan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Gunung Mas, hasil musyawarah daerah luar biasa 2013, kecewa terhadap rencana penunjukan Plt pimpinan kecamatan Partai Golkar di seluruh wilayah Gumas. Rencana itu dikemukakan oleh Plt Ketua DPD Golkar Gumas, Ducun Umar. Pasalnya, Plt pimpinan kecamatan yang akan ditunjuk tidak sesuai ketentuan.

“Kami pengurus Golkar lama dan pengurus Golkar yang dipimpin saudara Ducun Umar sangat kecewa terhadap rencana penunjukan Plt pimpinan kecamatan Partai Golkar di Gumas," kata Bambang Harapan, anggota DPRD Gumas 2004/2009 dan 2009/2014, mewakili rekan-rekannya, saat menggelar jumpa pers usai menghadiri rapat konsultasi di kantor DPD Partai Golkar Gumas, Selasa (13/9/2016) malam,

Bambang Harapan juga menyampaikan, Ducun Umar belum pernah masuk di kepengurusan baik provinsi maupun di kabupaten. Namun, dia menyatakan sudah masuk pengurus Plt provinsi, hingga Bambang dan kawan-kawan percaya, dan menyatakan oke.

Bambang menyatakan, untuk pengurus DPD Golkar Gumas masa jabatan telah berakhir 2015, sehingga ditunjuk Plt ketua DPD. Namun, pada 20 September 2016 akan dilaksanakan musyawarah daerah untuk memilih ketua DPD Partai Golkar dan pengurus. Sehingga, Selasa (13/9/2016) dilakukan rapat konsultasi, melibatkan kader Golkar dan organisasi sayap partai tersebut.

“Saat rapat konsultasi Plt ketua DPD Partai Golkar Gunung Mas menyampaikan dari hasil keputusan pusat dan provinsi bahwa pengurus Golkar semuanya Plt hingga pimpinan kecamatan. Namun, kami tidak tahu siapa Plt itu karena SK nya tidak diperlihatkan. Katanya semua pimpinan kecamatan di 12 kecamatan semuanya Plt,” terang dia.

Namun, kata Bambang Harapan, pihaknya juga mendapat kebocoran bahwa sebagian Plt pimpinan kecamatan telah ditunjuk oleh Plt ketua DPD. Namun Plt pimpinan ada yang dari masyarakat biasa dan tidak pernah menjadi pengurus Golkar.

“Yang anehnya yang dari jalur Sungai Rungan ada yang bertugas di kecamatan di Sungai Kahayan. Seolah-olah pengurus di desa-desa jalur Sungai Kahayan ini tidak mampu,” ucap dia.

Mantan Sekretaris DPD Golkar Gumas musda luar biasa Partai Golkar 2013 Yohanes Bernar Silay menyataklan hal serupa. Dia mencurigai seolah-olah Plt pimpinan kecamatan partai Golkar di Gumas telah ditentukan untuk persiapan musda. Mengingat pimpinan kecamatan memiliki suara dalam musda.

“Kami sangat tidak setuju bila ditunjuk Plt pimpinan kecamatan bukan dari kader Golkar. Atau pun dari wilayah Rungan menjadi pimpinan di kecamatan di jalur Kahayan,” ucap dia

Terpisah, Plt ketua DPD Golkar Gumas Ducun Umar saat dihubungi melalui sambungan telepon menyatakan, bahwa mereka bekerja sesuai AD dan ART Partai Golkar. Sementara Plt pimpinan kecamatan di Gumas pun belum ditunjuk. Namun demikian, kata Ducun, pihaknya tetap mempersiapkan untuk Musda yang rencannya dilaksanakan 20 September di GPU Tampung penyang, Kuala Kurun.

“Mereka ini kan ku anggap paranoit. Kita ini kan belum membentuk Plt pimpinan kecamatan. Kok mereka sudah tahu. Mereka ini pengurus yang sudah habis masa baktinya 2015. Mereka itu mau membentu Plt pimpinan kecamatan sesuai dengan yang mereka inginkan. Yang Plt ketua DPD kan saya, bukan mereka. Tapi mereka menganggap mereka tetap pengurus partai,” tegas Ducun.

Menurut Ducun, terkait diundangnya beberapa kader partai dalam rapat konsultasi dan koordinasi untuk meminta saran dan masukan persiapan musda mengingat mereka adalah kader partai.”Intinya kita akan melaksanakan musda, jadi bila ada yang mau protes dan keberatan nanti diselesaikan di musda,” tegas dia. (EPRA SENTOSA/N).