SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menegaskan pentingnya evaluasi target pendapatan daerah. Menurutnya, estimasi pendapatan harus disusun secara realistis dengan mempertimbangkan berbagai aspek penilaian, sehingga dapat dicapai secara optimal.

“Saya evaluasi tentang pendapatan karena dari target pendapatan, ada beberapa item yang menurut saya tidak proporsional. Estimasinya tidak tepat. Itu perlu dievaluasi supaya betul-betul realistis. Pendapatan yang ditetapkan harus diperhitungkan dengan matang, sehingga saat terealisasi, angkanya tidak terlalu jauh dari target. Kalau hanya tercapai 15-20 persen, itu berarti targetnya yang keliru,” kata Halikinnor, Rabu, 18 Desember 2024.

Ia juga menyoroti potensi pendapatan yang belum digali secara maksimal, termasuk dari sektor perusahaan yang belum memiliki Hak Guna Usaha (HGU). “Masih ada beberapa perusahaan yang belum HGU. Ini perlu kita tindaklanjuti untuk menambah sumber pendapatan daerah,” tambahnya.

Halikinnor meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bersikap santai jika target pendapatan belum tercapai. Ia menekankan bahwa target pendapatan harus realistis, namun tetap memerlukan upaya maksimal dari masing-masing OPD untuk mencapainya.

“Jangan membuat target pendapatan yang tidak realistis, karena akhirnya tidak tercapai. Tetapi jika targetnya realistis dan tidak ada upaya menagih, berarti OPD tersebut melempem. Pendapatan sangat berpengaruh pada pelaksanaan pembangunan di daerah,” ujarnya.

--page

Adapun, hingga 16 Desember 2024 pukul 13.00 WIB, realisasi pendapatan daerah Kotim mencapai 89,67 persen atau sebesar Rp2,176 triliun dari target Rp2,4 triliun. Namun, capaian PAD baru berada di angka 48,13 persen atau Rp281,641 miliar dari target Rp585 miliar.

Capaian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja OPD dan menggali potensi sumber pendapatan baru. (DEWI PATMALASARI/y)