BORNEONEWS, Sampit - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar terus memperhatikan lima komoditas yang terus menjadi penyumbang inflasi lima tahun ini di wilayah setempat.
"Dalam rangka menghadapi persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) atau hari besar keagamaan, rekan-rekan telah melakukan aksi di lapangan. Perlu kami sampaikan, dalam beberapa tahun terakhir ada sejumlah komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi," kata Kepala BPJS Kotim, Eddy Surahman, Rabu, 18 Desember 2024.
Disampaikan, berdasarkan data yang diambil dalam lima tahun terakhir dan terjadi pada Desember ada beberapa komoditas sering menjadi penyumbang inflasi. Lima komoditas tersebut diantaranya, beras, minyak goreng, bawang merah, daging ayam ras dan telur.
"Bawang merah ini komoditas yang unik. Karena ini hobi kita kalau masak harus ada bumbu ini. Kemudian tiga besarnya daging ayam ras, bawang merah dan beras," sebutnya.
Oleh sebab itu, dirinya meminta TPID untuk fokus terhadap komoditas tersebut agar selalu menjaga kestabilan harga, sehingga tidak terjadi inflasi di wilayah itu, terutama saat Nataru.
Namun Eddy menegaskan, jika melihat dari perkembangan inflasi selama tahun 2023 dan 2024 ini, pemerintah daerah tidak perlu khawatir. Karena perkembangan harga komoditas makanan dan lainnya relatif stabil.
"Ada kenaikan harga, tapi tidak terlalu banyak tapi terus bertumbuh. Ini menandakan ekonomi kita sedang berjalan," ujarnya. (DEVIANA/H)









