PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat ledakan yang terjadi di sebuah gudang penyimpanan langsiran BBM yang berlokasi di Jalan Delima, Gang Palem 2, RT 07, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, membuat seorang lelaki berinisial M (70) tewas.  

Korban mengalami luka serius akibat ledakan yang terjadi di sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar, Rabu, 18 Desember 2024.  

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Barat (Kobar), AKP Muhammad Fachurrazi, yang didampingi anggota Reskrim Polres Kobar usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa bermula saat korban sedang memotong plat besi menggunakan gerinda di dalam gudang tersebut.  

"Gudang tersebut dipenuhi uap BBM, yang diduga memicu percikan api dari gerinda hingga terjadi ledakan. Akibat ledakan itu, korban terpental sejauh 2 meter dari tempatnya berdiri," jelas Muhammad Fachurrazi.

Muhammad Fachurrazi menjelaskan korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya, termasuk di bagian dada kanan dan perut kiri. 

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan," jelas Muhammad Fachurrazi.

Kasat Reskrim mengatakan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk gerinda, seal bekas terbakar, kabel roll stop kontak listrik, dan 10 drum kosong yang sebelumnya diduga berisi pertalite. Selain itu, terdapat juga sisa-sisa BBM jenis solar di lokasi.  

"Korban diketahui bekerja sebagai sopir. Namun, dari informasi yang kami peroleh di lapangan, korban juga diduga berperan sebagai pelangsir BBM jenis pertalite. Aktivitas tersebut diduga menjadi penyebab adanya sisa-sisa BBM dan uapnya yang memicu ledakan," jelas Muhammad Fachurrazi.

Kasat Reskrim mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan alat yang berpotensi memicu percikan api, terutama di area yang dekat dengan bahan bakar atau gas yang mudah terbakar," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)