BORNEONEWS, Sampit – Jelang natal dan tahun baru (Nataru), DPRD Kotawaringin Timur mengingatkan pemerintah daerah agar mengantisipasi masalah sampah di Pantai Ujung Pandaran yang selalu menjadi tantangan tahunan, terutama saat musim liburan.
“Harus ada langkah konkret untuk menjaga kebersihan dan keindahan kawasan wisata yang menjadi wajah Kotim ini. Karena kita tahu keluhan tentang sampah selalu muncul setiap musim libur lebaran maupun nataru,” kata Anggota Komisi II DPRD Kotim Zainudin, Rabu, 18 Desember 2024.
Setiap musim libur panjang, kawasan wisata pantai Ujung Pandaran menjadi tujuan favorit. Pantai yang menghadap laut jawa tersebut selalu menampung ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Namun kondisi tersebut meninggalkan masalah sampah yang membuat pantai kumuh. Zainudin menekankan, sampah yang dibiarkan menumpuk di sepanjang pantai bisa terbawa ombak ke laut. Sehingga sampah tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga merusak kehidupan laut.
Menurut Zainudin, penanganan masalah sampah membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah kecamatan, aparatur desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Dinas Pariwisata, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah harus menjadi prioritas untuk mencegah masalah yang terus berulang setiap tahun.
Sebagai wakil dari Daerah Pilihan III, Zainudin memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mengelola wisata secara swadaya di Pantai Ujung Pandaran. Ia berharap kawasan wisata ini dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Mari bersama-sama menjaga kebersihan agar Pantai Ujung Pandaran agar tetap menjadi tempat wisata yang membahagiakan dan membanggakan bagi kita semua. Apalagi kawasan ini menjadi andalan Kotim yang juga dikunjungi wisatawan luar daerah,” ujarnya.
Zainudin juga menghimbau agar wisatawan ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan. Dengan mematuhi aturan, membuang sampah di tempatnya, dan menjaga ketertiban, pengunjung dapat berkontribusi pada upaya pelestarian Pantai Ujung Pandaran.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pengelola, dan pengunjung, diharapkan Pantai Ujung Pandaran dapat menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan, tertata dengan baik, dan terus diminati oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. (DEWI PATMALASARI/H)









