BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, melaporkan bahwa jenis penggunaan kredit di Kalimantan Tengah per September 2024 masih didominasi oleh kredit konsumsi. Kredit konsumsi mencapai Rp19,33 triliun atau 39,04 persen dari total kredit.
"Kredit konsumsi tetap menjadi yang terbesar dalam penggunaan kredit di Kalimantan Tengah," ujar Primandanu pada Rabu, 18 Desember 2024. Selain kredit konsumsi, kredit modal kerja juga menunjukkan angka yang signifikan, yaitu sebesar Rp17,15 triliun atau 34,65 persen dari total kredit.
"Kredit modal kerja sangat penting untuk mendukung operasional dan pertumbuhan usaha di Kalimantan Tengah," tambah Primandanu. Kredit investasi juga mencatat angka yang cukup besar, yaitu Rp13,03 triliun atau 26,31 persen dari total kredit.
Ada lima sektor ekonomi dengan kredit terbesar di Kalimantan Tengah. Pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi sektor terbesar dengan kredit sebesar Rp14,50 triliun atau 29,29 persen dari total kredit, dan tingkat kredit bermasalah atau NPL sebesar 0,60 persen.
"Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Kalimantan Tengah," jelasnya.
Sektor pemilikan peralatan rumah tangga lainnya, termasuk pinjaman multiguna, menempati posisi kedua dengan kredit sebesar Rp13,68 triliun atau 27,63 persen dari total kredit, dan NPL sebesar 0,84 persen.
"Kredit untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya juga menunjukkan angka yang signifikan," kata Primandanu.
Sektor perdagangan besar dan eceran berada di posisi ketiga dengan kredit sebesar Rp9,43 triliun atau 19,04 persen dari total kredit, dan NPL sebesar 2,18 persen.
Sektor pemilikan rumah tinggal mencatat kredit sebesar Rp5,19 triliun atau 10,49 persen dari total kredit, dengan NPL sebesar 2,64 persen.
"Kredit untuk pemilikan rumah tinggal juga penting untuk mendukung kebutuhan perumahan masyarakat," tambah Primandanu.
Sektor industri pengolahan mencatat kredit sebesar Rp1,18 triliun atau 2,38 persen dari total kredit, dengan NPL sebesar 0,83 persen.
Dengan pertumbuhan kredit yang signifikan di berbagai sektor, diharapkan perekonomian Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)









