JEPARA –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dalam rangka mendukung implementasi Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP), Puskesmas Anjir Serapat menggelar lokakarya mini lintas sektor. 

Acara berlangsung pada Rabu, 18 Desember 2024, di Aula Puskesmas Anjir Serapat, Kecamatan Kapuas Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kapuas Timur, Syarifudin, Sekretaris Dinas Kesehatan Kapuas, Jum'atil Fajar, kepala desa, kader Posyandu, serta berbagai perwakilan lintas sektor terkait. 

Acara dibuka oleh Camat Kapuas Timur, Syarifudin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran serta lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program kesehatan di wilayah kecamatan dan desa.

"Kami juga berharap agar perencanaan yang matang dapat memastikan program transformasi kesehatan ini berjalan efektif dan mencapai target yang diinginkan," ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Jum’atil Fajar, turut menyampaikan beberapa poin penting dalam paparannya. Ia menegaskan bahwa program ILP bertujuan untuk mengintegrasikan peran Puskesmas, Pustu, dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa Kabupaten Kapuas menargetkan capaian Open Defecation Free (ODF) minimal 85 persen sebagai syarat mengikuti penilaian Kabupaten Sehat pada 2027.

Ia juga mendorong pembentukan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat dan Kelompok Kerja Desa Sehat sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi.

Forum ini akan menjadi wadah bagi lintas sektor untuk menyusun dan melaksanakan program kesehatan di tingkat kecamatan dan desa.

Pada sesi selanjutnya, Maya Agustina memaparkan materi tentang peran Posyandu dalam mendukung program ILP. 

Ia menjelaskan bahwa Posyandu harus menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat di berbagai siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia. 

Namun, ia mengungkapkan bahwa dari 125 kader Posyandu di wilayah ini, hanya 2 orang yang memiliki keterampilan dasar yang memadai. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kader menjadi salah satu prioritas utama.

Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui peran kader Posyandu dalam menggerakkan warga untuk memanfaatkan layanan kesehatan primer.

Strategi transformasi kesehatan primer yang mengintegrasikan program di Posyandu, Pustu, dan Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di wilayah terpencil. (DODI/R)