PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bappedalitbang menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Sinergi Perencanaan Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan di Palangka Raya, Rabu, 18 Desember 2024.

Rakor ini membahas arah kebijakan kewilayahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalteng Tahun 2025-2045.

Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, menekankan bahwa transformasi pembangunan berbasis interaksi hulu-hilir menjadi salah satu fokus utama.

Zona pembangunan dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Zona Barat sebagai penyedia sumber daya, Zona Tengah sebagai lokasi hilirisasi, dan Zona Timur sebagai outlet pembangunan Kalimantan Tengah.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bappedalitbang pada tahun 2024 ini juga menyusun rancangan teknokratik RPJMD Tahun 2025-2029,” tuturnya.

Leo mengatakan pada tahun 2025 nanti, Pemprov Kalimantan Tengah akan menyusun RPJMD Tahun 2025-2029, yang memuat visi, misi dan program gubernur dan wakil gubernur terpilih.

Leonard menyebutkan arah kebijakan kewilayahan RPJPN 2025-2045 untuk transformasi pembangunan di Provinsi Kalteng adalah Kalteng sebagai lumbung pangan nasional dan pusat konservasi internasional. Ditambah mandat dari pusat terkait dengan hilirisasi sumber daya alam. (HERMAWAN DP/j)