SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menanggapi keluhan masyarakat terkait layanan buruk di RSUD dr Murjani Sampit. Ia menjelaskan salah satu penyebab utama masalah ini adalah kelebihan kapasitas di rumah sakit tersebut.

"Saya belum mengecek laporannya secara langsung, tetapi saya sudah memberikan instruksi kepada pihak rumah sakit agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Halikinnor, Kamis, 19 Desember 2024.

RSUD dr Murjani Sampit merupakan satu-satunya rumah sakit di Kotim yang melayani ratusan pasien setiap harinya. Kondisi ini membuat tenaga kesehatan kewalahan dalam memberikan layanan maksimal.

"Misalnya, satu dokter spesialis seharusnya melayani maksimal 40 pasien per hari. Namun, realitanya jumlah pasien yang datang bisa mencapai 600-an orang. Tentunya ada yang tidak terlayani," ujarnya.

Lanjutnya tenaga medis adalah manusia biasa, bukan robot, sehingga memiliki keterbatasan waktu dan energi dalam memberikan pelayanan. Selain itu, proses layanan kesehatan memerlukan diagnosis dan terapi yang memakan waktu.

--page

"Masyarakat harus memahami kondisi ini. Kami tetap berupaya mencari solusi agar pelayanan bisa lebih baik meskipun rumah sakit dalam kondisi overload," tambahnya.

Halikinnor menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di Kotim. Salah satunya dengan membuka peluang rumah sakit swasta hadir di daerah ini.

"Mudah-mudahan ada rumah sakit swasta yang masuk ke daerah kita kemarin kita sampaikan ada satu atau dua yang ingin berinvestasi kita akan memberikan tax holiday atau kemudahan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)