BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah berharap agar Musyawarah Daerah (Musda) IV Golkar kabupaten Lamandau menjadi momentum rekonsiliasi. Musda berlangsung di Hotel Puteri Tunggal, Nanga Bulik, Kamis (15/9/2016).
"Selain bertujuan untuk memilih pengurus baru, Musda ini harus jadi momentum rekonsiliasi Partai Golkar. Golkar sudah cukup lama terpuruk dan telah jauh tertinggal akibat konflik internal berkepanjangan. Itu yang terpenting," kata Pengurus Partai Golkar Kalteng, Hj. Siti Nafsiah Rafes Badak, saat menyampaikan amanat Plt. Ketua DPD Golkar Kalteng, Mukhtarudin, di Musda Golkar Lamandau.
Siti menjelaskan, Partai Golkar selama ini mengalami kekacauan yang sangat lama akibat konflik dualisme kepengurusan di tingkat pusat. Konflik ini berimplikasi ke tataran pengurus di daerah, sehingga menimbulkan ketidakkompakan, dan karena itu harus diakhiri.
Siti Nafsiah juga menyampaikan, tidak dipungkiri jika selama ini Musda Golkar di berbagai daerah banyak diisukan sebagai kegiatan untuk membabat habis kepengurusan Golkar sebelumnya dari tingkat pusat hingga daerah. Karenanya, Siti Nafsiah berharap agar seluruh kader Golkar tidak menghiraukan isu miring tersebut. Karena faktanya tidak demikian.
"Tidak usah dihiraukan, itu hanya isu, faktanya kita sedang giat lakukan rekonsiliasi. Anggap saja isu itu datang dari pihak yang tidak senang dengan kebangkitan Golkar saat ini dari keterpurukan selama kurang lebih satu setengah tahun lamanya," bebernya.
Siti Nafsiah juga mengatakan, selain rekonsiliasi di internal, yang menjadi konsentrasi Partai Golkar saat ini adalah terus mengawal kebijakan pemerintahan pusat di bawah komando Presiden Joko Widodo.
Hal tersebut dinilai sebuah maklumat dari DPP Golkar yang harus dijalankan oleh seluruh kader Golkar. Karena di sisi lain, katanya, Golkar telah mendeklarasikan diri untuk mengusung Joko Widodo pada Pilpres 2019. (HENDI NURFALAH/N).








