SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur, Sanggul Lumban Gaol membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Aquarius Boutique Hotel, Kamis, 19 Desember 2024. 

“Kita berharap pengurus baru yang terpilih mampu menjalin kerja sama yang lebih intens dengan Pemkab Kotim, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan di daerah hulu masih sangat minim sehingga peran perawat menjadi sangat vital,” katanya.

Ia juga menegaskan, upaya pemerataan layanan kesehatan harus menjadi prioritas bersama. “Kita perlu strategi untuk mendukung perawat melaksanakan tugasnya di desa terpencil. Sinergi yang kuat dengan PPNI akan membantu mewujudkan layanan kesehatan yang merata di seluruh wilayah Kotawaringin Timur,” tambahnya.

Musda VI PPNI Kotim diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi dan memperbaiki pelayanan kesehatan di Kotim. Mengingat pentingnya peran perawat dalam pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil.

Musda VI PPNI Kotim dihadiri oleh 21 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Ketapang 1, Baamang, RSUD dr Murjani, hingga Tumbang Penyahuan.

Ketua Panitia, Muhammad Alianur menyampaikan Musda ini merupakan forum tertinggi di tingkat kabupaten untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya dan merumuskan rencana kerja baru.

“Agenda utama Musda adalah memilih dan menetapkan ketua DPD PPNI Kotim yang baru. Kami berharap forum ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi profesi keperawatan di Kotim,” ujar Alianur.

Ketua DPW PPNI Kalimantan Tengah (Kalteng) Ady Praditha melalui Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPW Kalteng Budi Pariyanto menyampaikan Musda bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi momentum untuk mengevaluasi pencapaian dan merancang langkah strategis ke depan.

“Keberhasilan organisasi bergantung pada komitmen dan sinergi semua pihak. Pemimpin yang terpilih harus visioner, berintegritas, dan mampu membangun kekuatan organisasi bersama-sama,” kata Budi.

PPNI sebagai organisasi profesi memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan anggota. Perawat, sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, memegang peranan penting dalam menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

“Melalui Musda ini, saya berharap lahir program kerja inovatif yang mampu menjawab kebutuhan anggota sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PPNI Kotim untuk terus berkembang sebagai organisasi yang tidak hanya membela kepentingan profesi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (DEWI PATMALASARI/R)