BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Sosial (DPMDSos) Kabupaten Barito Timur bersama pilar sosial setempat melakukan pendampingan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (BLT-DBHDDR) kepada 1.271 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 10 kecamatan di wilayah Barito Timur.
Kepala Bidang Sosial DPMDSos Barito Timur, Tuberta Hartano, menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp500 ribu per KPM tersebut berasal dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah. Penyaluran dilakukan mulai 16 Desember hingga 31 Desember 2024 melalui Bank Kalteng Cabang Tamiang Layang dan Cabang Pembantu Ampah.
"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama menjelang akhir tahun," ujar Tuberta, saat mendampingi penyaluran di Bank Kalteng Cabang Tamiang Layang, Kamis, 19 Desember 2024.
Kabid Sosial menambahkan, pihaknya bersama pilar sosial bertanggung jawab untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyampaikan informasi kepada KPM mengenai jadwal dan lokasi penyaluran bantuan.
"Kami mengarahkan keluarga penerima manfaat agar datang ke Bank Kalteng sesuai jadwal yang telah ditentukan," jelasnya.
Selain memastikan kelancaran proses penyaluran, kehadiran DPMDSos dan pilar sosial juga bertujuan membantu menyelesaikan kendala yang mungkin dihadapi oleh KPM. Tuberta menjelaskan, pihaknya siap memberikan solusi terhadap masalah administrasi atau teknis yang terjadi saat penerimaan bantuan.
"Kami memastikan tidak ada hambatan yang berarti agar bantuan ini benar-benar sampai ke tangan penerima," tambahnya.
Pendampingan ini, menurut Tuberta, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial. Dengan keterlibatan pilar sosial, DPMDSos berharap seluruh bantuan dapat diterima sesuai data yang telah diverifikasi sebelumnya.
DPMDSos Barito Timur juga mengapresiasi dukungan dari Bank Kalteng dalam memfasilitasi penyaluran BLT-DBHDDR.
"Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, pilar sosial dan pihak bank menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan ini," kata Tuberta. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









