SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),  menyatakan bahwa indeks inovasi daerah (IID) setempat mengalami peningkatan yang signifikan sehingga diharapkan membawa dampak positif terhadap laju pembangunan.

"Hasil indeks inovasi daerah Kabupaten Kotim terus menunjukkan peningkatan signifikan. Ini tentu patut kita syukuri dan terus kita tingkatkan," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur Alang Arianto di Sampit, Kamis.

Alang menyampaikan, pada 2023 lalu nilai IID Kabupaten Kotim adalah 51,15 (kategori Inovatif) dengan jumlah 15 inovasi. Selanjutnya pada 2024 ini, nilai IID Kabupaten Kotim mengalami peningkatan menjadi 58,09 (kategori Inovatif) dengan 28 inovasi. 

"Nilai itu atau kurang 1,92 poin lagi untuk batas minimal untuk meraih kategori Sangat Inovatif yakni 60,01, " sebutnya.

Dirinya pun mengimbau kepada seluruh kepala perangkat daerah agar berperan aktif dalam implementasi inovasi daerah. Saat ini ternyata, dari total 48 perangkat daerah di Kotim baru 15 perangkat daerah yang menyampaikan implementasi inovasi daerah di tahun 2024 atau baru mencapai 31,25 persen.

--page

"Upaya ini kita lakukan untuk meningkatkan ekosistem inovasi sebagai kebijakan berbasis bukti dalam perencanaan pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, daya saing daerah dan tentunya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur," harap Alang Arianto.

Peningkatan IID diharapkan dapat berdampak positif terhadap laju pembangunan di Kotim.  Dengan inovasi yang terukur, diharapkan dapat tercipta kebijakan berbasis bukti dalam perencanaan pembangunan daerah. 

"Yang jelas meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, daya saing daerah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (DEVIANA/Y)