PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keseluruhan ekspor Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 merupakan komoditas non-migas dengan nilai mencapai US$272,59 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 14,30 persen dibandingkan dengan ekspor pada September 2024 yang tercatat sebesar US$318,08 juta. Total volume ekspor Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 juga mengalami penurunan sebesar 17,13 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Nilai ekspor hasil tambang memiliki kontribusi paling besar, yaitu sebesar 82,92 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Oktober 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 21 Desember 2024.

Jika dibandingkan dengan September 2024, kata Agnes, nilai ekspor hasil tambang mengalami penurunan sebesar US$77,89 juta atau turun 26,91 persen. Komoditas utama ekspor hasil tambang selama Oktober 2024 diantaranya adalah batu bara, lignit, bijih zirconium, niobium dan tantalum, bijih titanium, dan bahan mineral lainnya.

"Sementara itu, nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 mencapai US$58,74 juta dan memberikan kontribusi sebesar 16,61 persen terhadap total nilai ekspor," katanya.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan senilai US$31,73 juta atau naik sebesar 117,48 persen. Komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah diantaranya adalah minyak kelapa sawit, karet remah, kayu olahan, bungkil dan residu, kayu lapis, serta veneer.

--page

Agnes menjelaskan bahwa penurunan nilai ekspor ini menunjukkan adanya tantangan dalam sektor ekspor di Kalimantan Tengah selama periode tersebut.

"Penurunan ini mencerminkan adanya fluktuasi permintaan dan harga komoditas di pasar internasional," ujar Agnes.
Agnes juga menambahkan bahwa meskipun nilai ekspor hasil tambang mengalami penurunan, peningkatan nilai ekspor hasil industri pengolahan menunjukkan adanya diversifikasi komoditas ekspor yang dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.

"Peningkatan ekspor hasil industri pengolahan menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam sektor industri," tambahnya.

Dengan adanya penurunan nilai ekspor secara keseluruhan, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas ekspor Kalimantan Tengah di pasar internasional.

"Kami berharap upaya ini dapat membantu meningkatkan nilai ekspor dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," harapnya. (TESTI PRISCILLA/Y)