SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bulan Desember di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terasa istimewa. Aroma manis dan legit durian memenuhi udara, menandakan musim panen durian telah tiba. Petani durian di desa ini pun merasakan berkah melimpah, dengan hasil panen yang melimpah dan harga jual yang tinggi.

Durian Jemaras memang terkenal di Kotim, bukan hanya karena kelimpahannya, tetapi juga karena cita rasa yang khas. Meskipun ukurannya tidak sebesar durian dari daerah lain, durian Jemaras memiliki rasa manis dan legit yang memikat. 

"Durian kami memang istimewa, meskipun tidak besar, tapi rasanya luar biasa," kata Kepala Desa Jemaras Moju Betti Suheru, Kepala Desa Jemaras, Sabtu, 21 Desember 2024. 

Moju mengungkapkan musim durian menjadi berkah bagi warga Jemaras. Karena dengan belimpahnya hasil panen mereka membuat perekonomian meningkat pesat. Lebihnya lagi para tengkulak durian yang berdatangan dari berbagai daerah.

"Alhamdulillah, setiap tahun, saat musim durian tiba, perekonomian warga kami meningkat. Tengkulak datang sendiri ke kebun, mulai malam hingga pagi, mengambil durian. Sebagian dibawa ke Sampit, sebagian dijual di pinggir jalan, bahkan ada yang sampai ke Kasongan dan Palangka Raya," ucapnya. 

Keunikan durian Jemaras terletak pada cita rasa dan proses pematangannya. Ada dua jenis durian andalan di Desa Jemaras, yaitu durian otak udang dan durian mentega. Durian otak udang memiliki ciri khas duri pendek, tajam, dan rapat, sementara durian mentega memiliki duri tinggi, tajam, dan renggang.

"Durian Cempaga memang berbeda dengan durian dari luar daerah. Rasa durian otak udang dan mentega kami sangat legit, dan teksturnya lembut," ungkapnya. 

Kelebihannya lagi adalah durian Jemaras matang langsung di pohon, sehingga buah yang dijual adalah buah yang jatuh karena sudah matang. 

Berbeda dengan durian dari luar daerah, seperti musang king yang biasanya dipetik sebelum matang dan diberi karbit agar cepat matang, durian Jemaras memiliki aroma khas yang lebih menyengat dan rasa yang lebih manis karena matang alami.

"Musim durian di Desa Jemaras bukan hanya membawa berkah bagi petani, tetapi juga bagi warga kami. Keberadaan durian menjadi magnet bagi para wisatawan dan penikmat durian dari berbagai daerah," ungkapnya. (DEVIANA/H)