SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Warga Desa Cempaka Mulia Barat (Luwuk Durian), Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan kemunculan seekor macan dahan yang nyaris masuk ke salah satu rumah. Hewan langka tersebut akhirnya mati setelah ditembak oleh warga yang panik. Videonya pun viral dibagikan di sosial media dan grup Whatsapp. 

Ambrur Hadi, seorang warga sekaligus saksi mata, membenarkan insiden tersebut. "Kejadiannya pada Kamis, 19 Desember 2024 malam.  sekitar pukul 21.20 WIB. Macan dahan itu menyeberang dari Sungai Cempaga dan langsung menuju rumah warga," katanya, Minggu, 22 Desember 2024.

Saat dirinya tiba di lokasi, macan dahan itu sudah dalam kondisi sekarat akibat tembakan warga. "Saat saya datang, macan itu sudah mati. Warga yang panik langsung menembaknya karena macan tersebut hampir masuk ke rumah," ujar Hadi.

Hadi menambahkan warga yang tinggal di pinggir Sungai Cempaga sering melihat kemunculan macan dahan, namun ini kali pertama hewan tersebut masuk ke dalam kawasan rumah.

Sebuah video yang memperlihatkan seekor macan dahan dalam kondisi mati beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat hewan itu terluka di bagian kaki depan sebelah kiri.

Video berdurasi 19 detik memperlihatkan macan dahan tersebut mengapung di sungai, sementara video lainnya menunjukkan hewan itu sudah terbaring di tanah dalam kondisi tak bergerak.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit, Muriansyah, membenarkan adanya laporan dari warga terkait insiden ini. Namun, ia menyatakan pihaknya belum memastikan detail kejadian tersebut.

"Iya betul ada dapat info dari warga," kata Muriansyah.

Ia menjelaskan macan dahan Kalimantan termasuk satwa langka yang dilindungi berdasarkan Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018. Sehingga ia mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan ke BKSDA jika ada kemunculan satwa liar di sekitar permukiman.

“Selama ini, laporan kemunculan dan gangguan macan dahan di sekitar pemukiman, belum pernah kami terima," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)