BORNEONEWS, Kobar - Kasus pencurian barang berharga di rumah Ahok di Palangka Raya terkuak. Tiga dari lima pelaku diringkus polisi di Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah. Satu pelaku berinisial S yang diduga otak pencurian spesialis pembobol rumah di siang bolong itu masih dalam pengejaran.

"Dalam waktu singkat kami berhasil menangkap tiga tersangka pencurian di dua wilayah yakni Kobar dan Palangka Raya dengan total hasil pencurian lebih dari Rp1 miliar," ujar Kapolres Kobar, AKBP Heska Wahyu Widodo di Mapolres Kobar, Kamis (15/9/2016).

Semua pelaku berasal dari Jawa Tengah. S, otak sekaligus koordinator perampokan yang melakukan pemetaan lokasi TKP pencurian rumah Ahok. Tak hanya di Palangka Raya, aksi kawanan rampok ini juga menggasak sejumlah perhiasan emas berlian dan uang tunai dengan total Rp138 juta di Jalan Bambu Kuning Utama, RT 24, kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, 20 Agustus Silam.

"Yang sudah berhasil kami tangkap ini tiga orang pada 13 September 2016, di Jakarta dan Semarang," ujar Kapolres Kobar, AKBP Heska Wahyu Widodo. 

Modus operandi perampok ini mencongkel pintu rumah yang ditinggal penghuninya, menggunakan linggis dan obeng. Aksi mereka terbilang nekad, sebab dilakukan di siang bolong. "Mereka sudah mengincar rumah yang ditinggal penghuninya, mereka sudah profesional," terang Kapolres.

Dari keterangan tiga pelaku, perhiasan yang digondolnya kemudian dijual di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Dari tangan tiga tersangka, polisi menyita perhiasan serta uang tunai yang tersisa senilai Rp87 juta.

"Rp30 juta sudah habis untuk perjalanan dari Kobar ke Sampit kemudian ke Palangka Raya dan Balikpapan. Mereka merupakan pencuri yang terbilang mewah. Karena melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang," kata Kapolres.

Sementara itu, kasus pencurian di rumah Ahok di Palangka Raya dilimpahkan ke Polda Kalteng. (CECEP HERDI/N).