BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengerahkan seluruh armada dan personel untuk membersihkan depo-depo sampah. Hal ini melihat sampah di Kotim yang dinilai mengkhawatirkan.
"Kami akan langsung turun ke lapangan untuk mengatasi masalah sampah yang semakin mengkhawatirkan di wilayah ini. Sesuai arahan Sekda (Skretaris Daerah) Kotim, penanganan masalah ini akan harus ditangani secara cepat dengan mengoptimalkan potensi yang ada, " kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kotim, Marzuki, Senin 23 Desember 2024.
Marjuki menjelaskan bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh armada dan personel untuk membersihkan depo-depo sampah. Sementara alat berat akan digunakan untuk mendorong tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), agar truk-truk sampah dapat masuk dengan lancar dan mengangkut sampah dengan lebih efisien.
Meskipun dihadapkan pada kendala keterbatasan armada dan sumber daya manusia, DLH Kotim berupaya semaksimal mungkin memberdayakan semua potensi yang ada.
"Setiap hari sampah yang bisa kita angkut itu antara 80 sampai 83 ton, padahal produksi sampah rumah tangga setiap harinya lebih dari 100 ton. Makanya kami terus berupaya maksimal agar ini semua bisa cepat ditangani," ujar.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di depo-depo yang ada di Kotim khususnya Kota Sampit. Diketahui, sampah terus menjadi keluhan warga karena sering terjadi penumpukan di depo-depo sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap bagi lingkungan sekitar depo. (DEVIANA/H)









