PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kalimantan Tengah pada tahun 2024 didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak dan pengetahuan. Namun, dua indikator menunjukkan perlambatan pertumbuhan.

Pengeluaran Riil per Kapita per Tahun (disesuaikan) meningkat sebesar 3,58 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 3,67 persen.

"Meskipun ada peningkatan, perlambatan ini menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Senin, 23 Desember 2024.

Pertumbuhan Umur Harapan Hidup atau UHH saat lahir juga melambat dari 0,27 persen pada tahun sebelumnya menjadi 0,26 persen pada tahun ini.

"Perlambatan ini mencerminkan adanya tantangan dalam sektor kesehatan yang perlu diatasi," tambah Agnes.

Meskipun demikian, peningkatan UHH tetap menunjukkan adanya perbaikan dalam kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah atau RLS tumbuh sebesar 0,92 persen, tetap sama seperti tahun sebelumnya.

"Peningkatan RLS yang stabil menunjukkan adanya kemajuan dalam akses dan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah," jelas Agnes.

Hal serupa terjadi pada Harapan Lama Sekolah atau HLS, yang mencatat pertumbuhan stabil sebesar 0,08 persen, sama seperti tahun sebelumnya.

"Peningkatan HLS yang stabil mencerminkan adanya komitmen dalam meningkatkan pendidikan di kalangan anak-anak," tambahnya.

Agnes Widiastuti menekankan bahwa meskipun ada perlambatan dalam beberapa indikator, peningkatan IPM secara keseluruhan tetap menunjukkan kemajuan yang positif.

"Kami terus berupaya untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan memastikan bahwa pembangunan manusia di Kalimantan Tengah terus meningkat," katanya.

Upaya-upaya strategis akan terus dilakukan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Perkembangan IPM dan dimensi penyusunnya selama periode 2020-2024 menunjukkan adanya kemajuan yang konsisten.

"Kami melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat," ujar Agnes.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait telah memberikan hasil yang positif.

Dengan adanya peningkatan IPM ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat terus mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)