BORNEONEWS, Palangka Raya – BNN Provinsi Kalimantan Tengah berupaya memperkuat layanan rehabilitasi narkoba melalui berbagai program dan inovasi, termasuk pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan peningkatan kualitas pelayanan.
Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Joko Setiono, mengungkapkan sebanyak 14 unit IBM telah dibentuk sejak tahun 2020 hingga 2024.
"Kami juga telah melatih 90 Agen Pemulihan (AP) berbasis masyarakat," ujar Joko Setiono di Palangka Raya, Senin, 23 Desember 2024.
Pelayanan rehabilitasi rawat jalan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat dengan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,70, yang masuk kategori sangat baik.
Tahun ini BNN Kalteng bersama jajarannya telah menerbitkan 1.291 Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), dengan waktu penerbitan kurang dari 30 menit. Dari pemeriksaan tersebut, 1.270 orang dinyatakan negatif, sementara 21 orang positif.
Untuk memperluas akses rehabilitasi, BNN Kalteng bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga masyarakat dalam mendirikan fasilitas rehabilitasi.
Saat ini, terdapat tiga tempat rehabilitasi LRIP dan satu LRKM yang telah diresmikan di wilayah provinsi. (HERMAWAN DP/R)









