PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dimensi pengetahuan pada Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kalimantan Tengah dibentuk oleh dua indikator utama, yaitu Harapan Lama Sekolah atau HLS penduduk usia 7 tahun ke atas dan Rata-Rata Lama Sekolah atau RLS penduduk usia 25 tahun ke atas.

"Kedua indikator ini terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, mencerminkan kemajuan dalam sektor pendidikan di provinsi Kalteng," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 24 Desember 2024.

Selama periode 2020 hingga 2024, HLS Kalimantan Tengah rata-rata meningkat sebesar 0,22 persen per tahun. Pada tahun 2024, HLS meningkat 0,01 tahun atau 0,08 persen dibandingkan tahun 2023, meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2020–2023 yang sebesar 0,26 persen per tahun.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam akses pendidikan bagi anak-anak di Kalimantan Tengah," ujar Agnes.

Sementara itu, RLS penduduk usia 25 tahun ke atas juga mengalami peningkatan yang signifikan. Selama periode 2020 hingga 2024, RLS meningkat sebesar 0,63 persen per tahun. Pada tahun 2024, RLS meningkat 0,08 tahun atau 0,92 persen dibandingkan tahun 2023.

"Meskipun pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2020–2023 yang sebesar 0,54 persen, peningkatan ini tetap menunjukkan adanya kemajuan dalam kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah," tambah Agnes.

Agnes Widiastuti menekankan bahwa peningkatan HLS dan RLS ini mencerminkan adanya upaya yang konsisten dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung," jelasnya.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan manusia di Kalteng.

Selain itu, peningkatan dimensi pengetahuan ini juga mencerminkan adanya komitmen dari pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pendidikan.

"Kami melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka," kata Agnes lagi.

Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap anak di Kalimantan Tengah mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas.

"Dengan adanya peningkatan dimensi pengetahuan ini, diharapkan pembangunan manusia di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)