SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Marjuki menyebut Sampit memiliki delapan depo sampah. Sejauh ini, depo-depo tersebut yang menapung produksi sampah di Kota Sampit. Namun dari jumlah depo itu, hanya satu kondisinya yang baik. 

"Delapan depo sampah yang ada, hanya satu yang kondisinya bagus," terangnya, Selasa, 24 Desember 2024.

Produksi sampah rumah tangga di Kotim khususnya Kota Sampit, setiap harinya mencapai 100 ton. Marjuki mengungkapkan delapan depo sampah itu yang menampung sampah tersebut. 

Dari delapan depo itu, tujuh depo lainnya dalam kondisi memprihatinkan karena mengalami kebocoran. Sehingga, sampah yang dibuang di depo tersebut harus dipantau dengan benar. Oleh sebab itu, perlunya pengawasan agar sampah yang dibuat sampah rumah tangga bukan berupa kayu atau ranting. 

"Semua depo sudah ada pos, jadi nanti kami akan meletakkan petugas kami satu di pos depo untuk mengawasi warga yang membuang sampah," ujarnya. 

--page

Selain itu, pengawasan itu juga agar sampah rumah tangga dapat dikondisikan dengan baik, tidak berhamburan hingga keluar depo karena membuangnya dengan cara di lempar dari luar. 

"Ada sebagian warga yang membuang sampah itu tidak turun atau masuk ke depo, sampah mereka itu di lepar jadi ga masuk ke depo tapi di depan depo makanya sampah meluber. Itu yang harus kita awasi juga," terangnya. 

Terkait depo sampah yang kondisinya kurang baik, pemerintah daerah melalui Sekda Kotim telah memberi dukungan untuk melakukan pembenahan depo yang jebol atau rusak lainnya. Sehingga depo dapat berfungsi dengan baik lagi. 

"Pembehanan akan dilakukan secara bertahap. Ke depannya kami juga meminta dukungan masyarakat agar membuang sampah sesuai waktu yang ditentukan sehingga sampah bisa terangkut semua dan tidak menumpuk lagi," ujar Marjuki. (DEVIANA/Y)