BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan kualitas gizi siswa melalui program makan siang bergizi gratis. Program ini akan dimulai dengan tahap uji coba pada jenjang Sekolah Dasar (SD) sebagai pilot project, dengan target untuk meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.
Kasi Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kotim Ikram Muhajir menjelaskan bahwa pelaksanaan uji coba masih menunggu finalisasi dari pemerintah pusat.
"Hasil rapat terakhir di Setda, diputuskan bahwa program ini akan diujicobakan terlebih dahulu untuk siswa SD. Setelah itu, secara bertahap akan dilanjutkan ke jenjang SMP, SMA, dan SMK," ujar Ikram, Selasa, 24 Desember 2024.
Saat ini, pemerintah sedang menghitung kebutuhan anggaran dan jumlah peserta didik yang akan menerima manfaat dari program tersebut. Petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan program makan siang bergizi ini baru akan dirilis pada Januari 2025.
"Kami masih menunggu juknis dari pusat, termasuk mengenai standar gizi dan mekanisme pelaksanaannya. Hal ini penting agar program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran," tambah Ikram.
Program ini dirancang untuk mendukung upaya menekan angka stunting dan memperbaiki asupan gizi siswa. Pemberian makanan bergizi secara rutin diharapkan dapat memberikan energi yang cukup bagi siswa untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
"Tidak hanya soal kesehatan, tapi juga konsentrasi belajar siswa. Dengan asupan gizi yang baik, mereka diharapkan lebih fokus dalam belajar dan memiliki semangat untuk berprestasi," jelas Ikram.
Pada tahap uji coba di tingkat SD, menu makan siang akan disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah. Pemerintah juga akan melibatkan pihak sekolah dan orang tua dalam pelaksanaan program ini untuk memastikan keberlanjutannya.
Setelah uji coba berhasil, program akan diperluas ke jenjang SMP, SMA, dan SMK. Pemerintah menargetkan seluruh jenjang pendidikan di Kotim dapat merasakan manfaat dari program ini secara bertahap.
"Program ini memang membutuhkan perencanaan matang karena melibatkan banyak pihak, mulai dari sekolah, penyedia makanan, hingga tenaga ahli gizi. Namun, kami optimistis program ini akan memberikan dampak positif bagi siswa di Kotim," pungkasnya.
Program makan siang bergizi ini merupakan salah satu langkah nyata Pemkab Kotim dalam mendukung agenda nasional untuk menciptakan generasi emas Indonesia 2045. Dengan peningkatan kualitas gizi sejak dini, diharapkan siswa di Kotim dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Pemerintah daerah juga akan memanfaatkan hasil evaluasi dari tahap uji coba untuk memperbaiki dan mengembangkan program ini agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan siswa di masa mendatang. (DEVIANA/H)









