BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah warga yang menjadi korban musibah kebakaran Pasar Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah berharap pemerintah melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat menyalurkan bantuan berupa bahan bangunan guna mendirikan rumah/toko mereka yang hangus terbakar.

Rahmadi, seorang korban kebakaran Pasar Tumbang Samba mengharapkan bantuan bahan bangunan tersebut.

"Sebab dari informasi yang kami dapatkan saat kebakaran di Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu beberapa waktu lalu pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial memberikan bantuan bahan bangunan itu," ujar Rahmadi, Jumat (16/9/2016).

Menurutnya lebih dari 70 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban musibah kebakaran Pasar Tumbang Samba dua bulan lalu itu.

Selain dirinya, orangtuanya juga turut menjadi korban dalam musibah kebakaran tersebut. Menurutnya berdasarkan informasi yang ia terima bahwa bantuan untuk warga korban kebakaran di Tumbang Sanamang beberapa waktu lalu itu rata-rata per KK mendapatkan uang Rp15 juta. Dana itu diberikan untuk membangun kembali rumah atau bangunan yang sebelumnya hangus terbakar.

"Makanya kami juga berharap pemerintah bisa membantu sama dengan warga di Tumbang Sanamang itu, tapi sampai sekarang masih belum ada kabarnya," imbuhnya.

Adi warga Tumbang Samba yang mengaku keluarganya juga menjadi korban kebakaran itu menuturkan jika saat ini bekas lokasi kebakaran itu sudah ada beberapa bangunan yang dibangun pemilik tanah sendiri-sendiri.

"Untuk sementara ini ada puluhan warga korban mendirikan tenda untuk berjualan, yaitu sayur mayur dan buah-buahan," kata Adi. 

Camat Katingan Tengah, Hariawan mengakui jika saat ini para pemilik tanah pada bekas lokasi kebakatan Pasar Tumbang Samba ini sudah mulai mendirikan bangunannya kembali.

"Yang dibangun dengan konstruksi beton ada 4 unit bangunan, terus di Jalan Pahlawan juga sudah mulai dibangun sendiri dengan konstruksi kayu," sebut Camat Hariawan melalui telepon. 

Hariawan mengaku sebenarnya yang pemilik tanah pada bekas lokasi kebakaran itu hanya ada beberapa orang saja. Sedangkan yang lainnya adalah penyewa.

"Kalau dibangun sendiri-sendiri itu kan nantinya disewakan lagi, tapi tetap saja masih rawan kebakaran, sebab sebagian bangunannya adalah berkonstruksi kayu tidak semua konstruksi beton," katanya.

Hariawan juga mengaku jika untuk sementara tidak ada bantuan dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial. "Tidak ada bantuan bahan bangunan dari pihak Dinas Sosial itu," tegas Hariawan. (ABDUL GOFUR/m)