BORNEONEWS, Sampit - Upaya dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong petani terus meningkatkan produksi beras akhirnya membuahkan hasil. Impian untuk swasembada beras yang selama ini digaungkan akhirnya tercapai.

“Kalau menurut hitungan kami kita sudah swasembada pasti. Kelebihannya belum kita hitung, karen masih masa panen,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim I Made Dikantara, Jumat (16/9/2016).

Kabupaten Kotawaringin Timur memerlukan 86.000 ton beras setahun. Kebutuhan itu mampu dipenuhi pemerintah daerah secara bertahap, seiring dengan terus diperluasnya areal persawahan untuk tanam padi setiap tahunnya.

Apalagi kata Made, musim tanam asep atau April-September ini hampir merata di kecamatan yang ada potensi persawahannya. Terutama wilayah selatan. Sehingga target swasembada beras ini diakui sudah tercapai.

“Kekurangan beras kita pada saat di eskpos bapak bupati di Hotel Aquarius beberapa waktu lalu hanya 1.500 ton. Begitu panen di Kecamatan Kobes berkurang lagi dari 1.500 ton menjadi 900 ton beras. Nah, sekarang ini petani di Kecamatan Pulau Hanaut dan beberapa kecamatan lainnya belum kita hitung. Kalau itu sudah selesai kami yakin sudah tercapai, karena 900 ton sedikit saja,” jelas Made.

Dari data DP3KP Kotim, pada tahun lalu luas tanam padi Kotawaringin Timur mencapai 23.000 hektare dan masih kekurangan sekitar 4.500 ton beras. Tahun ini luas tanam sudah mencapai 25.000 hektare, diperkirakan mencapai 26.000 ton beras sehingga diyakini Kotim sudah swasembada beras.

Kawasan pertanian di Kotawaringin Timur terdapat di setiap kecamatan yang meliputi 17 kecamatan, namun sentra beras berada di kawasan selatan yaitu Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan sebagian wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kotabesi.

Potensi pengembangan sektor pertanian masih sangat luas karena areal sawah yang dicadangkan di seluruh kecamatan mencapai 79.227.684 hektare.

Pemerintah daerah terus mendorong petani untuk meningkatkan produksi beras karena potensinya sangat besar. Selain intensifikasi dengan dukungan pemanfaatan teknologi dan bantuan lainnya, peningkatan produksi juga dilakukan melalui ekstensifikasi yakni cetak sawah baru. (RAFIUDIN/m)