BORNEONEWS, Sampit - Setelah swasembada beras pada 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menggenjot sektor pertanian lainnya yakni bawang merah. Bahkan pemerintah sudah menyiapkan lahan 100 hektare untuk tanam bawang merah tersebut.

“Kabupaten Kotawaringin Timur dijadikan sebagai sentra bawang merah di Kalimantan Tengah. Lahannya sudah kita siapkan,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim, I Made Dikantara, Jumat (16/9/2016).

Dpilihnya Kotim sebagai daerah percontohan pengembangan bawah merah karena, pertama struktur tanah di daerah ini diakui cocok. Kedua, Sampit sebagai indikator inflasi di Kalimantan Tengah.

“Sebagai momok inflasi itu ada dua komoditas, yakni bawang merah dan cabai. Oleh karena itu seluruh stakeholder terutama pemerintah mempush bawang merah dan cabe itu ke Kotim dan Kota Palangka Raya,” katanya.

Made mengatakan, program tanam bawang merah ini bukan yang pertama kalinya dilakukan pemerintah daerah. Sebelumnya juga sudah dilakukan percobaan tanam bawang. Hanya saja, tingkat keberhasilan tanam bawang merah selama ini masih kurang karena para petaninya kurang berpengalaman.

“Dulu mereka tidak tahu saja, petani kita belum berpengalaman. Tapi begitu kita bawa ke Kabupaten Brebes dan daerah lainnya yang memang penghasil bawang merah akhirnya mereka tahu. Karena bawang itukan pertama tanahnya harus gembur tidak berpasir. Sedangkan tanah kita ada yang berpasir,” katanya.

Ada dua wilayah yang dicanangkan untuk sentra pengembangan pertanian bawang merah di wilayah perkotaan yakni, Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Dua kecamatan di wilayah perkotaan ini struktur tanahnya diakui cocok dan memudahkan pemasaran.

“Tim dari Kementerian Pertanian sudah mengecek lahannya. Kita selalu siap baik 100 hektare atau 200 hektare. Tapi disetujui 100 hektare dan akan dilakukan tahun depan. Tahun ini ada juga cuma jumlahnya hanya 25 hektare karena keterbatasan bibit bantuan. Bibitnya satu orang sekitar lima kilogram dan saat ini mereka sedang panen,” ujarnya.

Hasil panen bawang merah para petani Kotim kata Made cukup lumayan. Dari bibit yang rata-rata per orang diberi lima kilogram, mampu menghasilkan 180 kilogram bawang merah. Jika diuangkan mencapai Rp1 juta lebih. (RAFIUDIN/m)