BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit menerima tiga laporan kemunculan buaya dalam sepekan di Sungai Cempaga, tepatnya di perairan Desa Cempaka Mulia Timur dan Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Adapun laporan kemunculan buaya tersebut terjadi pada 21 Desember 2024, 23 Desember 2024 dan sebelum tanggal 21 Desember 2024. Bahkan salah satu video menampakkan kemunculan buaya besar di dekat permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Komandan BKSDA Resor Sampit Muriansyah mengatakan, kemunculan buaya ini telah membuat warga cemas. Warga berharap buaya tersebut dapat segera ditangkap, tetapi petugas memberikan pemahaman bahwa menangkap buaya di sungai besar sangat sulit dan bukan solusi jangka panjang.
“Penangkapan buaya adalah langkah terakhir karena jika penyebab buaya mendekati pemukiman tidak diatasi, buaya lain akan kembali ke lokasi tersebut. Contohnya, adanya kandang ternak di tepi atau di atas sungai, sampah, dan bangkai yang menarik perhatian buaya,” kata Muriansyah, Kamis, 26 Desember 2024.
Lanjutnya, ia meminta warga waspada terutama saat beraktivitas di sungai, terlebih pada malam hari. Karena saat ini buaya sedang berada dalam fase kawin dan bertelur, yang menyebabkan perilaku mereka menjadi lebih agresif.
“Kami sudah memberikan pengarahan dan penjelasan kepada warga. Kami berharap warga dapat lebih berhati-hati dan mengurangi faktor-faktor yang menarik buaya mendekati pemukiman,” tambahnya.
Sebagai langkah preventif, BKSDA Resor Sampit akan memasang 10 spanduk imbauan di sekitar lokasi kemunculan buaya. Selain itu, edukasi langsung kepada masyarakat terus dilakukan agar warga memahami alasan buaya mendekati perairan pemukiman dan dapat mengambil tindakan pencegahan.
“Kami selalu mengutamakan edukasi. Jika faktor penyebab buaya mendekat bisa diminimalkan, maka potensi konflik antara manusia dan buaya akan berkurang,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, BKSDA berharap konflik antara manusia dan buaya dapat diminimalkan tanpa harus melakukan penangkapan yang justru dapat memancing kemunculan buaya lain. (DEWI PATMALASARI/j)









