SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebuah Tempat Pemakaman Umum di Jalan Bumi Ayu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipenuhi pelayat dari berbagai kalangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Thamrin Noor, mantan Wakil Bupati Kotim periode 2000-2005. Sosok yang dikenal sebagai pemimpin inspiratif itu diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya diiringi doa dan isak tangis kehilangan dari keluarga, sahabat, serta kolega.

Pemakaman Thamrin Noor turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Kotim Irawati dan Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol. Kehadiran mereka mencurahkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian seorang tokoh yang telah memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat Kotim.

"Banyak jasa beliau dalam membangun Kotim. Atas nama Pemkab Kotim, kami mengucapkan terima kasih kepada almarhum Ayahanda Thamrin Noor. Kami bersaksi beliau orang yang baik, pemerhati pembangunan dan pendidikan di Kotim. Semoga beliau khusnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," kata Irawati, Kamis, 26 Desember 2024.

Thamrin Noor meninggalkan jejak yang mendalam di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga kemasyarakatan. Sebagai Wakil Bupati Kotim periode 2000-2005 mendampingi Bupati Wahyudi Kaspul Anwar, ia dikenal sebagai sosok yang visioner dan berdedikasi dalam memajukan pelayanan publik serta pembangunan daerah.

Di bidang pendidikan, dedikasinya terlihat jelas melalui perannya sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit. Ia terus mencetak generasi muda yang kompeten di bidang ekonomi dan manajemen hingga akhir hayatnya.

Selain itu, Thamrin Noor juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kotim, Ketua PCNU Kotim, dan Ketua Golkar Kotim, dan Ketua PMI Kotim. Pengabdiannya yang dimulai dari seorang PNS hingga meraih gelar doktor menjadi bukti komitmennya untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Adapun, Thamrin Noor dikabarkan menghembuskan nafas terakhir pada 25 Desember 2024 pukul 12.30 WIB di RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya. Sebelum meninggal dunia, beliau sempat dirawat intensif dan mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Thamrin Noor wafat pada usia 69 tahun meninggalkan seorang istri Nanik Ismiyati, tiga anak (satu laki-laki dan dua perempuan), serta sembilan cucu.

Masyarakat Kotim mengenang beliau sebagai pemimpin yang penuh tanggap, solutif dan cekatan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.

"Beliau adalah bapak pembangunan dan pemerhati pendidikan yang tidak pernah lelah mendedikasikan dirinya untuk kemajuan Kotim. Kebaikan almarhum semasa hidup sangat luar biasa dan akan terus kami kenang menjadi inspirasi dalam kehidupan," kenang Yanto salah satu warga. (DEWI PATMALASARI/j)