BORNEONEWS, Sampit – Warga Kecamatan Parenggean kini dapat bernapas lega. Setelah bertahun-tahun mengeluhkan kondisi Jalan SP2H yang rusak, akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan pengaspalan pada jalur tersebut.
"Terima kasih kepada pemerintah yang telah mengaspal jalan ini. Saya tinggal di sini selama 7 tahun, dan mungkin kondisinya yang rusak sudah lebih dari 7 tahun. Baru kali ini diaspal," kata Wahyudi warga setempat, Kamis, 26 Desember 2024.
Jalan SP2H memang menjadi salah satu jalan yang dilintasi kendaraan berat, seperti truk pengangkut kelapa sawit dan CPO. Kondisi jalan yang rusak membuat aktivitas warga terganggu, terutama karena debu tebal yang menjadi masalah sehari-hari.
"Saya kasihan dengan masyarakat di sini yang harus menghirup debu saat melintasi jalan ini berdampingan dengan CPO dan truk pengangkut kelapa sawit. Meski belum tuntas (rekonstruksi jalan), kita tetap bersyukur," ujar Wahyudi.
Warga lainnya, Misbah, mengatakan pengaspalan jalan tersebut baru mencapai SP4H. Ia berharap pemerintah daerah terus memperhatikan infrastruktur khususnya di Kecamatan Parenggean yang saat ini masih banyak berlubang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.
Adapun berdasarkan data dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, proyek rekonstruksi Jalan SP2H-SP7H di Kecamatan Parenggean menelan anggaran sebesar Rp10.760.301.000. Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Tahun (DBH) 2023. (DEWI PATMALASARI/j)









