BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Desa (Pemdes) Pulau Patai di Kabupaten Barito Timur akan membuka kembali objek wisata andalan mereka, Patai Suku Hawa (Pasuha), pada 1 Januari 2025. Pembukaan ini akan dimeriahkan dengan acara bertajuk Semarak Tahun Baru, yang diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi, menjelaskan bahwa Pasuha sempat tidak beroperasi selama beberapa tahun akibat pandemi covid-19. Setelah pandemi mereda, pemerintah desa dan Karang Taruna memprioritaskan perbaikan fasilitas, termasuk titian dan infrastruktur lainnya yang rusak.
“Setelah pandemi, kami harus melakukan perbaikan fasilitas, sehingga baru awal tahun 2025 ini objek wisata Pasuha bisa dibuka kembali,” ujar Sumardi saat ditemui di kantornya, Jumat, 27 Desember 2024.
Dalam acara pembukaan nanti, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Sementara itu, untuk menikmati atraksi utama berupa susur sungai, tarif yang ditetapkan adalah Rp15.000 per orang untuk jukung (perahu dayung) dan Rp30.000 per orang untuk klotok (perahu bermesin tempel).
Selain atraksi susur sungai, panitia juga menyiapkan hiburan musik di panggung yang akan menampilkan artis dari Kalimantan Selatan, Riska dan Rosita.
“Kami ingin memberikan alternatif hiburan kepada masyarakat Barito Timur dan sekitarnya. Selain itu, kami berharap pembukaan kembali Pasuha dapat membangkitkan perekonomian masyarakat desa pasca-pandemi,” ungkap Sumardi.
Pasuha selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Desa Pulau Patai. Dengan suasana asri dan atraksi susur sungai yang memukau, objek wisata ini pernah menjadi tujuan favorit sebelum pandemi melanda.
Sumardi optimistis pembukaan kembali Pasuha akan menghidupkan geliat pariwisata dan memberikan dampak positif bagi usaha kecil di sekitar desa, seperti penjual makanan dan penyewaan perahu.
“Kami mengajak masyarakat untuk datang ke Pasuha, menikmati suasana alam yang menenangkan, dan ikut mendukung kebangkitan ekonomi desa,” pesannya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









