SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta turut membantu dalam penanganan sampah yang saat ini kembali menjadi permasalahan, khususnya di Kota Sampit

"Saya mengajak semua pihak, masyarakat, dunia usaha atau swasta untuk mendukung dan berpartisipasi dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Marjuki, Jumat 27 Desember 2024.

Marjuki menyebut setiap hari sampah tangga yang dihasilkan masyarakat, khususnya di Sampit mencapai lebih dari 100 ton. Sayangnya, kemampuan pengangkutan sampah per harinya hanya antara 80 sampai 83 ton.

Sehingga sampah menumpuk dan itu kembali menjadi sorotan. Masyarakat mengeluhkan sampah yang menumpuk di delapan depo mini sampah yang ada di Sampit.

Diakui, kendala yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan armada, petugas serta truk pengangkut sampah yang kesulitan masuk ke TPA yang jalan rusak akibat diguyur hujan.

--page

Kondisi ini langsung disikapi pemerintah daerah. Langkah cepat yang diambil adalah mengoptimalkan pengangkutan sampah dari depo dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada, sambil membenahi pengelolaan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Marjuki menyebut masalah sampah ini juga tidak semata tanggung jawab DLH. Dia berharap semua pihak bahu-membahu bersinergi menyelesaikan masalah sampah ini.

Dirinya menilai perlu sikap jujur dan berimbang dalam melihat sumber masalah sampah ini. Salah satu sumber sampah tentunya dari masyarakat, sehingga masyarakat juga diharapkan ikut peduli dalam membantu mengatasinya.

"Ketika itu sampah dari rumah tangga ke depo sampah, ini tanggung jawab siapa? Kalau dari depo ke TPA itu memang tugasnya pemkab, dalam hal ini adalah DLH. Contoh, ketika sampah bertumpuk di luar depo yang sudah disiapkan, maka ini menjadi gambaran salah satu wujud kurang pedulinya masyarakat dalam hal kebersihan," ujarnya. 

Oleh sebab itu pihaknya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan. Untuk jangka pendek atau saat ini, DLH berupaya membersihkan sampah-sampah yang ada di depo-depo di Sampit agar maksimal diangkut ke TPA.

--page

"Langkah jangka menengah dan panjangnya tentu kita, dalam hal ni pemkab perlu membenahi tata kelola persampahan ini. Kita semua perlu berkomitmen, konsisten, melengkapi sarana dan prasarana, SDM serta anggaran sesuai kebutuhan," tuturnya. (DEVIANA/Y)