PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah selama Oktober 2024 didominasi oleh hasil industri, dengan nilai mencapai US$51,48 juta atau 90,06 persen dari total ekspor melalui pelabuhan di wilayah tersebut.

"Peningkatan ini menunjukkan peran penting sektor industri dalam mendukung aktivitas ekspor di Kalimantan Tengah," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 27 Desember 2024.

Ekspor hasil industri tersebut menurut Agnes utamanya berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, seperti minyak kelapa sawit, kayu dan barang dari kayu, termasuk kayu olahan dan veneer, serta ampas/sisa industri makanan seperti bungkil dan residu.

"Komoditas-komoditas ini menjadi andalan ekspor Kalimantan Tengah," tambah Agnes.

Hal ini katanya mencerminkan adanya permintaan yang tinggi terhadap produk-produk industri dari wilayah ini.

Selain itu, ekspor hasil industri ini juga mencerminkan adanya peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk industri di Kalimantan Tengah.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya diversifikasi produk ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditas utama.

"Kami terus mendorong pengembangan produk-produk baru yang memiliki potensi ekspor tinggi," katanya.

Diversifikasi ini diharapkan dapat memberikan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi sektor ekspor.

Dengan adanya dominasi ekspor hasil industri ini, diharapkan perekonomian Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah selama Oktober 2024 menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam sektor industri.

"Kami berharap upaya ini dapat membantu meningkatkan nilai ekspor dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," pungkas Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)