BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Puskesmas Sei Pinang telah menyampaikan capaian penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2024 dengan tingkat penyerapan mencapai 79 persen.
Dalam forum evaluasi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Jum’atil Fajar, bersama Pimpinan Puskesmas Sei Pinang, Hendra Susilo, memaparkan hasil, kendala, dan peluang perbaikan dalam pengelolaan dana tersebut pada Jumat, 27 Desember 2024.
Program prioritas yang dilaksanakan mencakup upaya pencegahan dan penanganan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), deteksi dini penyakit menular, serta promosi dan pencegahan kesehatan masyarakat.
"Meski begitu, beberapa kendala masih dihadapi, salah satunya adalah sulitnya menjalin kolaborasi dengan Klinik Pratama karena tidak adanya klinik tersebut di wilayah kerja Puskesmas Sei Pinang," katanya.
Koordinasi aktif dengan Dinas Kesehatan Kapuas dilakukan melalui monitoring dan evaluasi rutin.
Supervisi lapangan dari dinas tetap menjadi kebutuhan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar.
Selain itu, dukungan lintas sektor, khususnya dari perangkat desa, menjadi kunci keberhasilan beberapa kegiatan seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita gizi kurang.
Ke depan, Puskesmas Sei Pinang berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas penggunaan dana BOK melalui evaluasi menyeluruh dan perencanaan strategis.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil. (DODI/H)









